Rabu, 09 Desember 2015

Sepenggal Kisah Manis Antara Kau dan Dia






Hi, bagaimana kabarmu??

Aku sedang duduk di tepi jendela dan berkelakar kamu sedang apa di tempat yang tidak bisa untuk kujangkau. Kenangan-kenangan indah kebersamaan kita terbersit bagai film series yang terus berputar secara runtut. Mengisahkan bagaimana kita merangkai pahit manisnya kehidupan yang begitu keras dan membuat kita menyerah kepada takdir yang terus memperkokoh dindingnya menunjukkan egonya dan keangkuhannya. Namun, dalam hati kecilku aku terus mengimani bahwa kamu akan selalu mengingat semua memori itu, walaupun keadaan tak lagi sama.

Kemunafikanku





Seperti malam biasanya, seusai pulang mengajar aku menaiki motor bebek hitam kesayanganku. Kususuri ramainya jalanan Surabaya, kunikmati pemandangan mobil, pedagang kaki lima serta café-café yang meramaikan perjalananku menuju kos. Sesampainya di kos, kebiasaan yang sering aku lakukan adalah mengecek smartphoneku yang dari tadi bergetar. Ternyata baterainya habis, akhirnya aku charge hpku lalu aku melanjutkan untuk mencuci muka agar lebih fresh, mengumpulkan tenaga untuk begadang mengerjakan tugas kuliah besok. Budaya mahasiswa yang buruk yaitu mengerjakan tugas H-1 sebelum dikumpulkan atau istilahnya The Power of Kepepet. Entahlah budaya ini dikembangkan oleh siapa, karena mereka menyakini kalau ide-ide ketika mengerjakan tugas akan bermunculan saat kita dipepet waktu. Hmmm…. Walaupun awalnya aku dulu aku tidak sepahaman dengan mitos ini, tapi akhirnya aku terjebak juga dalam budaya ini, karena buruknya manajemen waktuku.