MAKALAH PSIKOLOGI UMUM
MENGENAL PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN BELAJAR PADA ANAK SD
OLEH
:
NUNCKY
ASTARINA DEWI (131644052)
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
OKTOBER
3013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan petunjuk-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan makalah “
MENGENAL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BELAJAR PADA ANAK SD” sebagai bahan penunjang
pembelajaran Mata Kuliah Psikologi Umum tanpa ada halangan yang berarti.
Saya
menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu saran
dan kritik dari pembaca dan semua pihak sangat saya harapkan untuk
menyempurnakan makalah ini demi kebaikan bersama
Akhirnya
saya selaku penulis berharap semoga makalah ini berkenan di sanubari pembaca
dan bermanfaat serta dapat memberikan pengertian yang lebih tepat mengenai
pentingnya memberikan pengertian yang lebih tepat mengenai bagaimana pentingnya
memberikan pengajaran tentang “MENGENAL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BELAJAR
PADA ANAK SD”.
Surabaya,
28 Oktober 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………….i
KATA
PENGANTAR…………………………………………..ii
DAFTAR ISI…………………………………………………...iii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah ……………………………....1
1.2 Perumusan
Masalah …………………………………...2
1.3 Tujuan ………………………………………………….2
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pertumbuhan Fisik Anak Sekolah Dasar
………………3
2.2 Perkembangan Intelek Anak Sekolah Dasar……………7
2.3 Perkembangan Bahasa Anak Sekolah Dasar……………9
2.4 Perkembangan Psikologi Pada Anak Sekolah Dasar
….12
2.5 Cara Belajar Anak Sekolah Dasar Yang Efektif
………14
BAB
3. PENUTUP
3.1
kesimpulan ………………………………...………… 19
3.2
saran …………………………...…………………….. 20
DAFTAR
PUSTAKA ………………………………………….. 21
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan
anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang turut
berpegaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan dan
pertumbuhan anak. Baik unsure-unsur bawaan maupun unsure-unsur pengalaman yang
diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi
tertentu terhadap arah dan laju perkembangan anak tersebut.
Dalam suatu
pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan juga
mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the
learning) agar proses belajar berjalan dua arah, antara pengajar dan anak
didik. Pada proses perkembangan anak faktor-faktor yang mempengaruhi sangat
penting bagi perkembangan belajarnya yaitu peran orang tua, guru/pendidik,
budaya dan media massa. Anak akan berkembang dengan baik jika ke empat faktor
tersebut baik pula pada anak. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali
(2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa
lingkungan agar terjadi belajar pada individu anak.
Guru terutama
guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara
belajar anak di SD. Pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang
siapa anak SD dan bagaiamana mereka berkembang, yang mencakup tentang
karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis,
kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman
tentang prinsip-prinsip belajar anak, proses-proses psikologis yang terjadi
dalam belajar anak serta peran motivasi dalam belajar anak. Dengan bekal
pemahaman konstektual tersebut, guru diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman
tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada
perkembangan anak SD.
1.2 Perumusan Masalah
1. Bagaimana pertumbuhan fisik anak sekolah
dasar?
2. Bagaimana perkembangan intelek pada anak
sekolah dasar?
3. Bagaimana perkembangan bahasa pada anak
sekolah dasar?
4. Bagaimana perkembangan psikologi anak
sekolah dasar?
5. Bagaimana cara belajar anak sekolah dasar
yang efektif?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pertumbuhan fisik anak sekolah
dasar
2. Mengetahui perkembangan intelek pada anak
sekolah dasar
3. Mengetahui perkembangan bahasa pada anak
sekolah dasar
4. Mengetahui perkembangan psikologi anak
sekolah dasar
5. Mengetahui cara belajar anak sekolah dasar
yang efektif
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1
Pertumbuhan Fisik Anak Sekolah Dasar
Perkembangan
fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan.
Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur
tubuh, pertumbuhan tulang, gigi, otot, dan lemak. Pertumbuhan dan perkembangan
fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. Pertumbuhan dan perkembangan
mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain, yang berdampak dalam
melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain.
Ø Pertumbuhan
Tinggi
Pertumbuhan tinggi badan setiap
anak berbeda-beda, tapi mengikuti pola yang sama.
- Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun.
2. Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm,
masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja.
Pada akhir usia SD dan anak
masuk masa puber, pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan.
Namun setelah itu, pertumbuhan laki-laki lebih cepat.
Ø Perkembangan
Berat Tubuh Peserta Didik.
- Anak usia 5 tahun : berat 5x setelah dilahirkan.
- Anak masa anak : berat 35-40 kg.
- Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja):
- Anak mengalami periode lemak :
- Mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormone.
- Nafsu makan anak semakin besar.
- Pertumbuhan tubuh yang cepat.
- Penumpukan lemak pada perut, pinggul,pangkal paha, dada, sekitar rahang, leher dan pipi.
Berdasarkan
tipologi Sheldon (Hurlock, 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer anak SD,
yaitu:
- Bentuk tubuh endomorph: yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar.
- Bentuk tubuh mesomorf: kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar.
- Berat tubuh ektomorf: tampak jangkung, dada pipih, lemah dan seperti tak berotot.
Ø Pertumbuhan
Tulang, Gigi, Otot dan Lemak.
- Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja.
- Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja.
- Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda, tergantung pada hormone, gizi dan zat mineral yang dikonsumsi.
- Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak, terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan.
- Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak.
- Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar.
- Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber :
- Masa ini terjadi perubahan fisik yang sangat pesat dalam ukuran tinggi, berat badan, proporsi tubuh.
- Kematangan kelenjar dan hormone yang berkaitan engan pertumbuhan seksual.
- Mengalami ketidakseimbangan, terlalu memperhatikan perubahan fisik, menarik diri dari pergaulan, perubahan minat/aktivitas bermain, bersikap negative/menentang, kurang PD, dsb.
Ø Faktor
yang mempengaruhi perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik peserta didik
usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya
(masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). Jadwal waktu
pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama, ada yang berlangsung cepat, sedang atau
lambat. Banyak faktor yang mempengaruhiperkembangan fisik anak a.n:
Ø Pengaruh keluarga
·
Faktor keturunan
Membuat anak menjadi gemuk dari
pada anak lainnya. Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika,Eropa, dan
Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia).
·
Faktor
lingkungan
Akan membantu menentukan
tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. Lingkungan lebih
banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh.
Ø Jenis Kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih
tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan, kecuali pada usia
12-15 tahun.
Ø Gizi dan kesehatan
- Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggitubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang.
- Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit.
Ø Status sosial dan ekonomi
- Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi.
- Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan, gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak.
2.2 Perkembangan Intelek Anak Sekolah Dasar
Ø Struktur pengetahuan
Pengertian
kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui
sesuatu, dan dalamnya terdapat aspek: persepsi, ingatan, pikiran, simbol,
penalaran, dan pemecahan persoalan. Perkembangan kognitif merupakan proses dan
hasil individu dengan lingkungannya.
Selain itu,
struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik
pada usia SD. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu, maka
memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence),
sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi
tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). IQ
merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan
seratus. Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ, maka kecerdasan dikategorikan
dalam tabel berikut (Sukmadinata, 2003):
IQ
|
Kategori
|
140-……
|
Genius
|
130-139
|
Sangat
cerdas
|
120-129
|
Cerdas
|
110-119
|
Di
atas normal
|
90-109
|
Normal
|
80-89
|
Di
bawah normal
|
70-79
|
Bodoh
|
50-69
|
Debil
|
25-49
|
Imbecil
|
……..-25
|
Idiot
|
Ø Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan intelek
Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI, antara lain:
- Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran).
- Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu.
- Kesempatan belajar yang diperoleh anak.
- Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku.
- Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin.
- Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan.
2.3
Perkembangan Bahasa Anak Sekolah Dasar
Bahasa
merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan, pendapat,
perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama, kemudian
kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti
aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat, bahasa
dapat dibedakan menjadi 3, yaitu bahasa lisan, bahasa tulis, dan bahasa
isyarat. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup,
yaitu:
1. Keterampilan
mendengarkan
2. Keterampilan
berbicara
3. Keterampilan
membaca
4. Keterampilan
menulis
Di sekolah
dasar, keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa,
perintah, dongeng, drama, petunjuk, denah, pengumuman, beruta, dan konsep
materi pelajaran. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi secara lisan mengenai perkenalan, tegur sapa,pengenalan
benda, fungsi anggota tubuh, kegiatan bertanya, percakapan, berita, deklamasi,
memberi tanggapan, pendapat/saran, dan diskusi. Keterampilan membaca meliputi
ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas.
Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan, dikte,
mendeskripsikan benda, mengarang, menulis surat, undangan, dan ringkasan
paragraf.
Ø Pola
Perkembangan Bahasa Anak
Anak
dikatakan siap atau matang berbicara dan belajar bahasa apabila aspek motorik
bicara (koordinasi otot bicara) dan aspek mental bicara (kemampuan berpikir)
anak sudah mulai berfungsi dengan baik. Pada saat anak mulai masuk sekolah
merupakan masa yang paling baik untuk belajar bahasa. Anak selalu bertanya
mengenai segala yang dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Anak
mulai membangun kosakata yang biasanya merupakan kata benda, kata kerja, kata
sifat, kata keterangan, kata merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai
anak dalam kehidupan sehari-hari khususnya mengenai warna, waktu, uang, dan
kata popular yang digunakan kelompok anak atau teman sebaya. Selanjutnya
perkembangan bahasa dengan pembentukan kalimat, dimulai dengan kalimat
sederhana menjadi kalimat lengkap.
Seiring dengan pertambahan usia,
kemampuan berbicara atau berbahasa anak semakin baik. Isi pembicaraan anak pada
umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Kegiatan berbicara yang berpusat pada diri sendiri (eosentrik), meskipun anak itu sedang berada dalam kelompok.Anak type ini lebih banyak berbicara tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan cenderung mendominasi pembicaraan sehingga kurang berminat dan sulit mendekatkan atau menerima pendapat orang lain.
- Kegiatan bicara yang berpusat pada orang lain (sosialisasi). Anak type ini cenderung menyesuaikan isi dan cara berbicaranya dengan orang yang sedang berinteraksi dengannya. Sehingga anak mampu melibatkan diri dengan kegiatan social dan mampu berkomunikasi.
Ø Faktor
Kendala dalam Mempelajari Ketrampilan Berbahasa
Meskipun pada umumnya pula
perkembangan keterampilan berbahasa anak sama, namun tetapada perbedaan
individual.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut:
1. Kesehatan
Anak yang
sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat,
sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik
sehingga lebih siap untuk belajar berbicara.
2. Kecerdasan
Anak yang
memiliki kecerdasan tinggi, akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki
penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir.
3. Jenis kelamin
Anak
perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki, baik dalam
pengucapan, kosa kata maupun keseringan berbahasa.
4. Keluarga
Semakin
banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan
berbicara. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya
karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa.
5.
Keinginan dan Dorongan Komunikasi
Semakin kuat
keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman
sebaya, akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa
2.4
Perkembangan Psikologi Pada Anak Sekolah Dasar
Karakter
setiap manusia sangatlah beragam dan kepribadian setiap individu juga
berbeda-beda. Atas dasar inilah guru diwajibkan memiliki pemahaman yang baik
tentang psikologi perkembangan anak didik. Pemahaman karakter ini sangat
diperlukan untuk berinteraksi dengan anak didiknya.
Keberhasilan
dalam proses kependidikan sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap
perkembangan psikologi. Pemahaman yang baik mengenai psikologi perkembangan
sangat membantu guru untuk menyikapi setiap
ada perubahan tingkah laku pada anak didik.
Menurut
seorang Filsuf Amerika, George Santayana, “Anak-anak berada di wilayah yang
berbeda. Mereka adalah bagian dari satu generasi dan punya cara sendiri untuk
merasakan sesuatu hal.” Apakah mempelajari dan memahami perkembangan anak itu
perlu? Kenapa perkembangan anak harus kita pelajari? Di dalam kehidupan, fase
yang paling penting adalah masa anak-anak.
Perkembangan
merupakan pola perubahan kognitif, biologis, dan sosio emosional yang berawal
sejak lahir dan berlanjut terus sepanjang hidup. Perkembangan biasanya
disamakan dengan pertumbuhan walaupun pada akhirnya akan terjadi penurunan atau
kematian.
Antara
pendidikan dan perkembangan anak didik harus disesuaikan, maksudnya pengajaran
yang diberikan pada anak didik harus dilakukan dalam tingkatan yang sesuai
dengan kemampun anak didik. Dengan begitu proses belajar mengajar akan terjalin
sesuai dua arah antara pegajar dan anak didik.
Salah
satu keberhasilan guru adalah apabila ia memiliki pengeruh yang besar terhadap
siswanya yang mendapat inspirasi mencintai ilmu pengetahuan, rajin bekerja dan
belajar. Banyak pada awal pelajaran orang tua mengeluh anaknya tidak memiliki
potensi untuk belajar rajin, tetapi setelah guru membina dan mendidik, anak
didiknya menunjukkan peningkatan potensi yang tajam hingga melampaui
siswa-siswi yang lain. Hal ini dapat terjadi karena setiap guru pun memiliki
karakter dan kemmpuan yang berlainan.
Ø Implementasi Dalam Pembelajaran di
SD
Sebagai
individu yang sedang berkembang, maka anak tingkat Sekolah Dasar akan
memperlihatkan perbedaan personalnya. Baik perkembangan intelektual, moral
maupun kemampuannya. Kondisi demikian dapat memberikan perhatian seorang guru
terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Anak-anak SD memerlukan
pelatihan khusus, sehingga potensi mereka yag bervariasi bisa muncul
Untuk memenuhi kebutuhan anak dalam
perbedaan tersebut, sekolah dapat menyediakan kegiatan ekstrakurikuler seperti
les mata pelajaran, kegiatan seni pramuka, dan lain-lain. Maka diperlukan suatu
cara pembelajaran yang “hidup” dalam arti yang memberikan banya kesempatan
kepada anak untuk memfungsikan unsure-unsur kemampuan yang dimilikina.
2.5 Cara Belajar Anak Sekolah Dasar
Yang Efektif
Ø PENGERTIAN CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH
DASAR
Memahami
cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak.
Sebaliknya, jika cara belajar anak tidak dipahami, maka hasilnya akan kurang
maksimal. Secara umum, cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap,
mengerti, memproses, mengungkapkan, dan mengingat suatu informasi.
Cara
belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. Menurut
Piaget (1950), setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan
dan beradaptasi dengan lingkungannya. Menurutnya, setiap anak memiliki struktur
kognitif yang disebut schemata. Schemata adalah sistem konsep
yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak.
Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan
akomodasi. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah
ada dalam pikiran, sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep
yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru.
Kedua proses
tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan
lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Dengan demikian anak akan dapat
membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya.
Berdasarkan hal tersebut, maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh
aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Kedua hal tersebut tidak
mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi
diri anak dengan lingkungannya. Demikianlah “Cara Belajar Anak Sekolah Dasar”
Ø TAHAPAN
BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR
Anak usia sekolah dasar berada
pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia sekolah dasar tersebut, anak
mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut:
- Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak.
- Mulai berpikir secara operasional.
- Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda.
- Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat.
- Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat.
Memperhatikan
tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia sekolah
dasar memiliki tiga ciri, yaitu:
- Konkret.
Konkret
mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang
dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik
penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemanfaatan
lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan
bernilai, sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya,
keadaan yang alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual, lebih bermakna, dan
kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan.
2. Integratif
Pada tahap
usia sekolah dasar, anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu
keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu,
hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian
demi bagian.
3. Hierarkis
Pada tahapan
usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari
hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis, keterkaitan antar
materi, dan cakupan keluasan serta kedalaman materi.
Ø PENGEFEKTIFAN CARA BELAJAR ANAK SD
Agar
proses pembelajaran efektif, artinya pengajar harus mampu memberikan pelajaran
yang menggunakan semua indera tersebut di atas untuk bisa menjangkau semua
murid.
Yang dapat dilakukan:
Beberapa ide agar anak-anak yang
cenderung visual dapat belajar dengan lebih baik :
- Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni, namun bukan buku komik.
- Menonton video dan melihat foto.
- Membuat kliping dari majalah bekas.
- Mewarnai, menggambar dan membuat kolase.
- Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah, kebun, hadiah atau hiasan apa saja.
- Gunakan flash card untuk belajar warna, bentuk, pola, huruf dan angka.
Beberapa ide agar
anak-anak yang cenderung auditorial dapat belajar dengan lebih
baik :
- Mendengarkan musik. Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum, saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar.
- Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari, misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut.
- Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru.
- Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut.
Beberapa ide agar
anak-anak yang cenderung kinestetik dapat belajar dengan lebih
baik:
- Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan.
- Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur, menghitung, membaca sambil mengaduk sesuatu.
- Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting, menempel, menggambar, finger painting, membuat sesuatu dengan ’play dough’.
- Gunakan metode ’hands-on’ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo.
Yang Perlu Diingat:
- Apapun cara belajar anak anda, pastikan suasana yang mendukung. Jangan paksa anak anda untuk belajar disaat ia (dan juga anda) sedang kelelahan.
- Pilih topik yang menarik baginya, jangan berasumsi apa yang menarik untuk anda, akan membuat ia tertarik. Kaitkan pembelajaran tersebut dengan sesuatu yang disukai si anak. Jika anda bisa mengaitkan suatu informasi baru dengan apa yang sudah pernah dipelajarinya, mereka akan lebih cepat mengerti.
- Buatlah informasi baru tersebut relevan dengan situasiu anak-anak. Contohnya, mereka tidak suka pelajaran matematika dan merasa belajar matematka tidak ada gunanya. Tetapi jika anda membantu mereka untuk mengatur anggaran untuk membeli mainan, mereka akan jauh lebih tertarik untuk mempelajarinya.
- Usahakan agar suasana belajar menyenangkan dan tidak terlalu berlarut-larut.
- Jangan lupa untuk mengulang hal yang sudah dipelajari. Lebih baik mengulang hal sedikit-sedikit daripada sekaligus banyak.
BAB 3
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Perkembangan anak merupakan suatu
komponen yang penting dalam penyelenggaran pendidikan. Dalam penilaian terdapat
sitem penilaian dan kaulitas pembelajaran. System pembelajaran yang baik akan
menghasilkan kualitas yang baik bagi perkembangan belajar anak. Pemmbelajaran
untuk anak usia belajar memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan
kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut.
Perkembangan intelek pada anak dia
tidak menerima begitu saja pengetahuan yang ada disekitarnya, individu secara
aktif membangun pengetahuannya sendiri dari hal tersebut dilakuakan melalui
proses organisasi dan adptasi. Dari proses tersebut akan dibentuk skema, yaitu
sekumpulan pikiran yang sama serta terorganisasi.
Perkembangan bahasa pada anak usia
dini sangat penting karena denhan bahasa sebagai dasar kemampuan, seorang anak
akan dapat meningkatkan kemampuan yang lain. Anak perlu terus dilatih dan untuk
berpikir dan berkomunikasi secara aktif.
Orang tua memiliki peran yang sangat
besar dalam mendidik psikologi perkembangan anak. Karena psikologi atau
kejiwaannya memiliki kesensitifan yang tinggi. Dengan orang tua turun langsung
memberikan pendekatan dalam hal mendidik akan membuat anak lebih yaikin dan
berani menghadapi semua tantangan belajar.
Banyak cara belajar yang dapat
ditempuh agar anak dapat belajar dengan nyaman dan efektif. Salah satunya
dengan metode Pilihkan buku dengan
gambar yang berwarna-warni, namun bukan buku komik, menonton video education,
menari, belajar di luar kelas dan masih banyak lagi.
3.2 Saran
Jangan
lupa, dalam hal parenting, ajari anak dengan konsekuensi, bukan dengan hukuman
atau marah-marah. Misal, aturannya mandi dahulu baru menonton televisi.
Konsekuensi yang ada adalah jika tidak mandi, tidak akan mendapatkan menonton
televisi. Orangtua pun semestinya mengetahui tahap tumbuh kembang anak. Jangan
pernah menutup telinga terhadap hal-hal yang sifatnya baik dan sesuai dengan
kebutuhan anak.
Selain
itu, pengenalan budaya sejak dini sangat penting karena sangat mendukung
pengembangan motorik, seperti tarian daerah. Selain itu, seni drama juga dapat
merangsang kemampuan berkomunikasi atau bermain peran. Anak terbiasa dilatih
mengasah kemampuan individu, termasuk berkomunikasi dengan lingkungan. Seni
pahat dan seni batik pun dapat melatih ketelitian dan konsentrasi.
Bagi
pemerintah, perlu kiranya memberi sanksi yang tegas kepada sekolah yang tidak
mengindahkan aturan batasan pengajaran. Usia dini tidak seharusnya menguasai
calistung hanya karena sekolah mengejar faktor ekonomi. Untuk itu, mulailah
disadari, bahwa hak anak harus diperhatikan. Biarkanlah mereka tumbuh dan menikmati
masa anak-anaknya yang sesuai dengan usianya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2007. Cara Belajar Anak,
(Online), (http://beingmom.org/2009/05/cara-belajar-anak/,
diakses tanggal 28 Oktober 2013).
Anonim. Tanpa tahun. Tahapan Cara Belajar
Anak, (Online), (http://mitanggel.blogspot.com/2009/08/tahapan-cara-belajar-anak.html,
diakses tanggal 28 Oktober 2013 ).
Anonim. 2008. Ciri Kecenderungan Belajar dan
Cara Belajar Anak SD dan MI, (Online), (http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/20/ciri-kecenderungan-belajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi/,
diakses tanggal 28 Oktober 2013).
News Aggregator. 2006. Pahami Cara Belajar
Anak, (Online), (http://www.samarinda.go.id/node/9613,
diakses tanggal 28 Oktober 2013).
Putra, Winata Udin S. 2007. Teori Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
Semiawan, Conny R. 1999. Perkembangan dan
Belajar Peserta Didik. Jakarta: Depdikbud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar